Setop Bereksperimen Dengan Penyakit

Wednesday, July 27th 2016. | Uncategorized

Setop Bereksperimen Dengan Penyakit

Setop Bereksperimen Dengan Penyakit -, Tidak Sedikit orang yg lebih pilih trick alami utk mengobati penyakit atau luka. Padahal, mampu menjadi pengobatan yg dipilih itu tidak baik untuk kesehatan atau bahkan berbahaya.

Sekian Banyak mitos atau kabar dari mulut ke mulut sudah menciptakan tidak sedikit orang yakin apa juga yg ada di dekat kita atau di dalam hunian sanggup mempermudah mengatasi masalah kesehatan. Yg ada justru lebih tidak sedikit bahayanya daripada manfaat. Berikut ini sekian banyak di antaranya.

  • Odol untuk jerawat

    Suatu kiat lama buat mengobati jerawat & membuatnya kering. Yg jadi basic ilmiah yakni sebab odol mengandung soda kue & menciptakan jerawat segera kering. Tapi menyambung zat kimia, seperti alkohol, peroksida hidrogen, & mentol, dapat menciptakan kulit iritasi & memunculkan reaksi tidak baik. Menjadi sungguh dianjurkan kita mengahdiri dokter jika ada masalah jerawat & tidak usah bereksperimen.

  • Mentega utk kulit terbakar

    Tidak butuh mencobanya. Mentega justru dapat merangsang pertumbuhan bakteri & mempercepat infeksi terhadap kulit, bukan mengobatinya. Trik paling baik buat mengobati luka bakar yakni mencuci ruangan yg terbakar dgn air dingin & oleskan antibiotik.

  • Kacang buat menggosok tubuh

    Janganlah coba-coba menggosok tubuh dgn kacang-kacangan yg telah dihaluskan atau gula dikarenakan akhirnya justru kulit yg luka, bukan halus.

  • Telur utk masker wajah

    Siapa bilang memanfaatkan telur buat masker wajah itu baik? Bakteri salmonella terhadap telur justru sanggup masuk ke mulut & menciptakan sakit. Lagi pun, tidak ada kebenaran ilmiah bahwa telur sanggup mengencangkan kulit wajah.

  • Jeli utk vagina

    Menurut laporan jurnal Obstetrics dan Gynecology, tidak sedikit perempuan yg memanfaatkan jeli dari bahan bakar minyak ketimbang pelicin tradisional di kemaluan mereka. Padahal eksperimen ini justru bakal meningkatkan risiko infeksi akibat bakteri di ruang vital tersebut dikarenakan tidak ada keseimbangan kadar power of hydrogen (PH).